
Raden Antasena
Raden Antasena putera Raden Wrekudara yang tertua dengan Dewi Nagagini, puteri Hyang Antaboga, Dewa ular di Saptapratala. Antasena juga bernama Antareja, terhitung sebangsa dewa. Ia dapat hidup dalam bumi dan dapat terbang di awan. Tetapi ia tetap tinggal di dalam bumi, hanya keluar ke dunia jika perlu. Kesaktian Antasena mengalahkan kesaktian Wrekudara ayahnya. Kesaktiannya yang luar biasa, ialah menyembur bagai ular dan berbisa sekali. Jika dijilatnya bekas telapak kaki seseorang, matilah orang yang punya jejak itu. Oleh terang tilik Sri Kresna, Antasena ditipu supaya menjilat jejak kakinya sendiri, Antasena tewas karenanya. Kehendak Sri Kresna itu karena nanti pada perang Baratayudha Antasena tak akan mendapat lawan.
Raden Antasena
Raden Antasena adalah putra Arya Wekudara yang ketiga dengan Dewi Urangayu, putri Sanghyang Baruna, dewi ikan yang berkedudukan di Kisiknarmada. Pertemuan Bima dengan Dewi Urangayu terjadi ketika Resi Druna menguji siswanya di perguruan Sokalima. Saat itu Werkudara diadu dengan duryudana, karena kalah dalam menggunakan gada, Duryudana sakit hati. Ia menyuruh Dursasana agar melenyapkan Werkudara.
Dursasana pura-pura mengadakan pesta memeriahkan pendadaran siswa Sokalima tadi. Dalam pesta itu Werkudara memeriahkan pendadaran siswa Sokalima tadi. Dalam pesta itu Werkudara diajak minum tuak. Karena terlalu banyak minum, Aryaa Sena mabuk dan jatuh pingsan. Dalam keadaan pingsan itulah tubuh Sena diikat lalu diceburkan ke dalam sungai Jamuna. Tubuh Bima hanyut hingga ke Kisik narmada (pertemuan sungai Jamuna dan sungai Gangga). ia ditolong oleh Batara Baruna dan disembuhkan dengan air Rasakunda. Akhirnya Arya Bima dijodohkan dengan putrinya Dewi Urangayu adik Urang Rayung yang menjadi istri Anoman dan berputera Trigangga. Perkawinan Bima dengan Dewi Urangayu inilah akhirnya Arya Sena berputera Raden Antasena, berkedudukan di Kisik Narmada ikut kakeknya.